Rabu, 07 Januari 2015

revisi performa kelompok 1

Konsep Performa Kelompok 1 adalah membuat karya Pop Up berbentuk buku yang berisis gambar-gambar menarik. Buku ini terbuat dari kertas biasa dan kertas karton.

Anggota Kelompok
Kristin Citra Napitupulu          11-051
Fiorella Silviani                       11-091
Friska Pontoria                       11-106
Fitri Silaen                              11-122
Gianne H Situmorang              13-103

Dipostingan awal kami sudah memaparkan singkat mengenai Pop dan mengakaitkan dengan teori 4P dalam proses menentuaan jenis performa apa yang akan kami tampilkan hingga sampai ke prodaknya. Pastinya prodak Pop-Up  yang kami buat tidak muncul secara tiba-tiba. Banyak proses selama pembuatan Pop-Up tersebut. Untuk itu kami disini akan berbagi proses pembuatan Pop-Up dari kelompok 1

1.     Pertama kami mencari gambar apa yang akan kami buat didalam Pop-Up kami, kami menentukan gambar-gambar yang kami sukai dan terlihat cocok untuk dibuat di Pop-Up kami

















1. 


     Setelah gambar di tentukan kami juga mempersiapkan barang-barang yang diperlukan dalam proses pembuatan Pop-Up karena yang akan dilakukan adalah mengunting, menlem serta menghias Pop-Up dengan pensil warna
Barang-barang yang diperlukan adalah:
a)    Cutter
b)   Gunting
c)    Lem
d)   Pinsil
e)   Kertas Padi satu kajang
f)    Kertas Concorde
g)   Pita (warna disesuaikan) untuk menghias Pop-Up yang sudah jadi
h)   Gambar-gambar yang telah kita pilih tadi






1.   Setelah semua perlengkap ada, kami memulai membuat nya. Hal pertama yang kami lakukan adalah mengunting gambar karena semua gambar-gambar didalam satu kertas yang di print. Ada juga bagian yang harus di disain sendiri yakni, tust piano yang harus dikreasikan sendiri oleh salah seorang anggota kelompok.

2.    Selanjutnya kami menempel gambar-gambar tersebut. Karena Pop-Up ini terdiri dari 3 halaman maka kami memulai satu persatu di halaman yang pertama kami membuat gambar. Gambar direkatkan dengan lem dan dibuat kertas sebagai penyangganya agar gambar terlihat berdiri.  Proses ini juga sama untuk pembuatan pada halaman kedua dan ketiga.





Hambatan-Hambatan dalam membuat Pop Up Card
          Menjadi kreatif bukanlah mudah. Mungkin ketika awalnya kita melihat karya tangan yang sederhana ini, kita merasa mudah untuk melakukannya. Itulah awal yang kami rasakan ketika menyiapkan segala sesuatunya, namun ternyata ini tak semudah yang kita bayangkan. Berikut hal-hal yang menjadi hambatan bagi kami dalam membuat Pop Up Card ini :
·         Kami ada kesulitan dalam pembuatan tema. Kami memiliki pemikiran-pemikiran sendiri dengan tema masing-masing. Salah satu dari kami mengatakan membuat sebuah kartu romantic, kartu wisuda, kartu dongeng, dan kartun. Ini hal yang membingungkan bagi kami untuk memulainya. Namun dengan diskusi kami pun memutuskan untuk membuat kartu romantic, yaitu kartu anniversary.
·         Dalam pemilihan gambar, yang paling sulit adalah pemilihan background. Kami banyak memilih background, namun hanya beberapa yang dapat sesuai dengan gambar-gambar yang akan ditempelkan.
·         Begitu juga saat membuat kertas penyangga untuk membuat gambar tersebut berdiri. Kertas itu harus disesuaikan sedemikian rupa agar tidak begitu kelihatan dan rapi sehingga cantik kelihatannya.
Begitulah hambatan-hambatan yang kami rasakan selama pembuatan Pop Up Card ini, namun selebihnya kami sangat menikmati setiap prosesnya. Baik itu dalam menjadi kreatif maupun menjalin hubungan interpersonal yang baik dengan teman satu tim. Kami sungguh sangat berterimakasih kepada dosen pengampu yang memberikan kami tugas ini bukan hanya mengajarkan kami menjadi kreatif namun pentingnya menyatukan pemikiran satu tim dengan mempertimbangkan segala sesuatunya sehingga tidak memaksakan kehendak sendiri.
Selamat mencoba dan selamat berkreasi sobat



Sabtu, 22 November 2014

Boneka Wisuda

Halooo teman-teman..
Ada kakak dan abang atau teman yang udah mau wisuda dalam waktu dekat ini..???
Pada bingung mau kasi apa..???
Kita kreasi boneka wisuda sendiri yok, sapa tau teman-teman mau memberikan hadiah khusus buat mereka buatan kita sendiri..
cara nya gampang dan praktis.


#kreativitas


Berikut cara nya teman-teman:

Bahan yang dibutuhkan:
Pastinya bahan utamanya boneka, tergantung dari teman-teman mau ukuran yang besar, kecil dan sedang.
Persiapkan kain flanel hitam, hijau, kuning
jarum, benang, lem UHU, dan gunting
logo kampus ukuran mata uang logam

Setelah semua bahan tersedia lengkap, saat nya kita berkreasi..

  • Siapkan boneka, dan gunting persegi kain flanel hitam untuk menjadi baju, segi lima untuk topi, dan bentuk kain flanel persegi panjang sebagai penyangga topi. Buat bulatan di fanel yang berbentuk persegi agar kepala boneka bisa masuk, setelah itu jahit disekitar lengan boneka hingga berbentuk baju.




  • Setelah itu tempelakan guntingan kain flanel yang telah digunting persegi panjang yang berwarna hijau dan tempel kan logo kampus kita dan letakan tabung disebelah kiri lengan boneka.
      • Untuk membuat topi, gunting kain flanel hitam berbetuk segi lima dan persegi panjang untuk penjangga topi dengan dilapisi kertas untuk mempertebal penjangga topi dengan lem.



      Untuk lebih menyempurnakan bungkus boneka dengan menggunakan plastik
      selamat berkreasi:)


      Jumat, 24 Oktober 2014

      PERFORMA KREATIVITAS KELOMPOK 1

      Konsep Performa Kelompok 1 adalah membuat karya Pop Up berbentuk buku yang memiliki satu cerita atau drama dengan tambahan sound effect. Buku ini terbuat dari kertas biasa dan kertas karton.

      Anggota Kelompok
      Kristin Citra Napitupulu          11-051
      Fiorella Silviani                       11-091
      Friska Pontoria                       11-106
      Fitri Silaen                              11-122
      Gianne H Situmorang              13-103

      Pop-up, merupakan salah satu bidang kreatif dari paper engineering yang di Indonesia kini semakin digemari dan sedang berkembang. Singkatnya, Pop-up adalah sebuah kartu atau buku yang ketika dibuka bisa menampilkan bentuk 3 dimensi atau timbul. Perkembangan pop-up diawali dengan kontruksi yang masih sederhana dengan teknik yang disebut movable book (buku bergerak), dengan melibatkan peran mekanis pada kertas yang disusun sedemikian rupa sehingga gambar/objek/beberapa bagian pada kertas tampak bergerak, memiliki bentuk atau dimensi. biasanya dipakai untuk memperjelas bagian-bagian yang ingin disampaikan dengan membuatnya nyata ( 3 Dimensi ) namun dengan mempergunakan halaman yang singkat. jadi tidak memakan banyak halaman pada buku. Biasanya pop up digunakan sebagai media bercerita atau mengajar anak-anak yang menarik karena bentuknya yang tidak biasa sehingga anak-anak tertarik.

      Awalnya kelompok kami sangat bingung ingin membuat apa untuk performa kelompok karena banyaknya perbedaan pendapat, misalnya membuat puisi sampai ingin membuat satu permainan, yang menurut kami sangat biasa dan kurang adanya manfaatnya. Hal ini termasukPerson dalam teori 4P, yaitu adanya keunikan individu dalam interaksinya dengan lingkungan. Lalu karena kami lumayan pusing dan bingung, kami memberikan waktu sejenak untuk tidak memikirkan tugas performa ini dengan tujuan untuk menenangkan pikiran sejenak agar dapat kembali lagi memikirkan dengan jernih dan sambil mencari inspirasi perseorangan. Hal ini lah yang dinamakan Process. Lalu sampailah salah satu anggota kelompok kami memberikan pendapat yang menurut kami sangat menarik dan simpel secara konsep.
      Akhirnya kami menentukan bahwa Pop Up lah yang menjadi pilihan didukung juga karena adanya Press atau dorongan dari luar bahwa kelompok lain sudah menentukan pilihan dan juga waktu yang sudah semakin singkat dan motivasi dari kelompok kami untuk mendapatkan nilai yang sangat baik dalam mata kuliah Kreativitas. Saat itulah kami mulai memikirkan untuk membuat sesuatu atau Product dari bahan yang sederhana dengan sedikit prinsip ekonomi yaitu pengeluaran sekecil-kecilnya dengan keuntungan yang sebesar-besarnya jika produk tersebut dipasarkan.


      sumber:
      http://dgi-indonesia.com/sekilas-tentang-pop-up-lift-the-flap-dan-movable-book/

      PERFORMA KREATIVITAS KELOMPOK 1

      Konsep Performa Kelompok 1 adalah membuat karya Pop Up berbentuk buku yang memiliki satu cerita atau drama dengan tambahan sound effect. Buku ini terbuat dari kertas biasa dan kertas karton.

      Anggota Kelompok
      Kristin Citra Napitupulu          11-051
      Fiorella Silviani                       11-091
      Friska Pontoria                       11-106
      Fitri Silaen                              11-122
      Gianne H Situmorang              13-103

      Pop-up, merupakan salah satu bidang kreatif dari paper engineering yang di Indonesia kini semakin digemari dan sedang berkembang. Singkatnya, Pop-up adalah sebuah kartu atau buku yang ketika dibuka bisa menampilkan bentuk 3 dimensi atau timbul. Perkembangan pop-up diawali dengan kontruksi yang masih sederhana dengan teknik yang disebut movable book (buku bergerak), dengan melibatkan peran mekanis pada kertas yang disusun sedemikian rupa sehingga gambar/objek/beberapa bagian pada kertas tampak bergerak, memiliki bentuk atau dimensi. biasanya dipakai untuk memperjelas bagian-bagian yang ingin disampaikan dengan membuatnya nyata ( 3 Dimensi ) namun dengan mempergunakan halaman yang singkat. jadi tidak memakan banyak halaman pada buku. Biasanya pop up digunakan sebagai media bercerita atau mengajar anak-anak yang menarik karena bentuknya yang tidak biasa sehingga anak-anak tertarik.

      Awalnya kelompok kami sangat bingung ingin membuat apa untuk performa kelompok karena banyaknya perbedaan pendapat, misalnya membuat puisi sampai ingin membuat satu permainan, yang menurut kami sangat biasa dan kurang adanya manfaatnya. Hal ini termasukPerson dalam teori 4P, yaitu adanya keunikan individu dalam interaksinya dengan lingkungan. Lalu karena kami lumayan pusing dan bingung, kami memberikan waktu sejenak untuk tidak memikirkan tugas performa ini dengan tujuan untuk menenangkan pikiran sejenak agar dapat kembali lagi memikirkan dengan jernih dan sambil mencari inspirasi perseorangan. Hal ini lah yang dinamakan Process. Lalu sampailah salah satu anggota kelompok kami memberikan pendapat yang menurut kami sangat menarik dan simpel secara konsep.
      Akhirnya kami menentukan bahwa Pop Up lah yang menjadi pilihan didukung juga karena adanya Press atau dorongan dari luar bahwa kelompok lain sudah menentukan pilihan dan juga waktu yang sudah semakin singkat dan motivasi dari kelompok kami untuk mendapatkan nilai yang sangat baik dalam mata kuliah Kreativitas. Saat itulah kami mulai memikirkan untuk membuat sesuatu atau Product dari bahan yang sederhana dengan sedikit prinsip ekonomi yaitu pengeluaran sekecil-kecilnya dengan keuntungan yang sebesar-besarnya jika produk tersebut dipasarkan.


      sumber:
      http://dgi-indonesia.com/sekilas-tentang-pop-up-lift-the-flap-dan-movable-book/

      Senin, 02 Juli 2012

      Belajar dengan mind mapping yokkk…


      Kemaren waktu lagi jalan ke gramedia gag sengaja baca buku buat anak, judulnya lupa sih tapi bukunya tentang kreavitas bagaimana membantu anak membaca dengan mindmapping. Wah, anak yang baru mau belajar aja uda diajarkan gimana membaca itu dengan metode yang bagus banget. Jadi sekarang saya mau sedikit berbagi tentang apa sih mind mapping, kok sampe anak tk belajar bacanya pake model gituan???
      Mind Mapping


      Mind Mapping atau dikenal juga Peta Pikiran adalah tool yang terstruktur dan efektif untuk membantu siswa dan guru mengerjakan proses pembelajaran dengan lebih baik. Karena Mind Mapping menstimulasi Otak Kiri dan OTak Kanan secara sinergis.
      Mind mapping yang digunakan untuk mewakili kata-kata, ide, tugas, atau apapun yang terkait dengan kata kunci atau ide. Model mind mapping digunakan untuk menghasilkan, menvisualisasikan, struktur, dan menghasilkan ide sebagai bantuan untuk belajar dan mengorganisir informasi, memecahkan masalah, membuat keputusan, dan menulis.
      Proses Mind mapping melibatkan kombinasi unik yakni anatara citra, warna, dan pengaturan visual-spasial yang terbukti secara signifikan meningkatkan daya ingat jika dibandingkan dengan metode konvensional mencatat dan belajar dengan hafalan. MindMap sangat konsisten untuk dengan cabang berwarna-warni dan berbagai gaya tata letak untuk meningkatkan stimulasi Otak.
      Mind Mapping akan sangat bermanfaat dalam Pembelajaran terutama dalam ketrampilan mencatat dan mengingat, antara lain:

      ·         membantu dengan kemampuan otak untuk berkonsentrasi
      ·         memungkinkan esensi materi menjadi jelas
      ·         secara visual relatif lebih jelas urutan dan informasinya
      ·         membuat sambungan antara ide-ide mudah untuk dilihat
      ·         meningkatkan daya ingat menjadi Long term memory
      ·         meningkatkan keyakinan kita dalam kemampuan kita untuk belajar.



      Pilih apa ya….?????



      Kalo 2 hadapkan dengan 2 pilihan, pasti sangat sulit memutuskannya untuk pilih yang mana. Keadaan inilah yang disebut konflik, yuk kita liat seperti apa sih konflik itu.

      Konflik
      Konflik terjadi ketika dua atau lebih motif  tidak dapat dipuaskan karena terhalang oleh yang lainnya. Contohnya adalah ketika seseorang diundang untuk menonton film di bioskop pada akhir pekan, dan kemudian mobil yang akan digunakan  untuk pergi di akhir minggu rusak. Ketika ia menyadari keuangannya tidak dapat memenuhi perbaikan mobilnya ataupun kegiatan menonton film di akhir pekan, itulah yang disebut konflik.

      Ada empat jenis konflik, yaitu :

      §  Approach-Approach Conflict
      Konflik yang terjadi ketika individu diharuskan memilih antara dua motif yang postif. Misalnya, ketika seseorang ditawarkan dua pekerjaan yang sama baiknya. Walaupun kedua pilihan bersifat positif, untuk memilih satu diantaranya akan menyebabkan stress. Hal seperti ini merupakan contoh dari sumber stress yang tersembunyi, karena segalanya kelihatan positif sehingga individu tidak sadar bahwa ia sedang menghadapi konflik yang serius.

      §  Avoidance-Avoidance Conflict
      Konflik yang terjadi ketika individu diharuskan memilih antara dua motif yang negatif. Misalnya, ketika seseorang yang sedang sakit gigi harus dihadapkan dengan dua pilihanAntara tetap bertahan dengan sakit yang dirasakan hingga sembuh sendiri, atau pergi ke dokter gigi dan merasakan sakit yang sama. Kedua pilihan yang negatif dapat menyebabkan stress.


      §  Approach-Avoidance Conflict
      Konflik yang terjadi ketika individu memperoleh hal positif dari suatu motif namun juga menghasilkan hal negatif. Misalnya, ketika individu lulus di suatu universitas terkemuka di luar negeri tentu menghasilkan hal-hal positif dalam hidupnya. Namun konsekuensinya adalah individu harus meninggalkan pacarnya yang sedang bekerja di perusahaan keluarga di kota asalnya. Pada akhirnya, melanjutkan kuliah di luar negeri menghasilkan konsekuensi positif dan negatif di dalam hidupnya. Hal ini akan menyebabkan stress, bahkan di saat hal positif akan semakin dekat waktunya.

      §  Multiple Approach-Avoidance Conflict
      Konflik yang terjadi jika individu diharuskan memilih di antara beberapa alternatif yang menghasilkan konsekuensi positif dan negatif. Misalnya, seorang atlet tingkat SMA yang sangat menjanjikan ditawarkan beasiswa atletik untuk dua universitas. Pilihan pertama adalah universitas yang memenangkan kejuaraan basket di musim yang lalu, tetapi ia tidak menyukai pelatih dan beberapa pemainnya. Pilihan lainnya adalah universitas yang memiliki rekor yang cukup memalukan dalam penampilannya tahun lalu, tetapi ia menyukai pelatih dan pemainnya. Hal ini menyebabkan stress karena kedua pilihan memiliki konsekuensi positif dan negatif yang sama.

      sumber:

      Lahey, Benjamin. 2007. 9th Ed. Psychology An Introduction. New York: Mc Graw Hill

      sosial facialitation ato sosial loafing?????




      Hai.. teman-teman,  aku lagi pusing mikirin ujian tiba-tiba ingatan waktu SMA dulu muncul. Kalian pasti pernah kan dapat tugas kelompok???, ada yang suka, ada yang gag. Enaknya ngerjainnya bareng-bareng, hehhehe. Sedikit cerita ya tentang sosial loafing.




      Pada awal semester di kelas 3 SMA dulu, kami banyak diberikan tugas yang dikerjakan berkelompok. Namun karena banyak sekali mata pelajaran yang memberikan tugas bersamaan pengumpulan membuat banyak teman hanya terfokus pada satu tugas dan menyerahkan tugas yang lain pada kelompoknya. Hal itu yang saya alami, kami dibagi beberapa kelompok dan beranggotakan 5 orang dimana 2 orang perempuan  dan 3 orang laki-laki, tugas yang diberikan materi tentang biologi yang pengerjakan sangat melelahkan. Saya saat itu sangat kecewa karena 3 orang anggota kelompok saya yang laki-laki tidak peduli dengan tugas kelompok itu, yang paling membuat saya saat itu dongkol adalah ketika mereka bilang “kami mempercayakan tugas itu sama kalian, kami gag tahu apa-apa”. Huft, tugas itu sangat tidak memungkinkan dikerjakan hanya dengan 2 orang, tetapi harus gimana lagi akhirnya saya dan sella menyelesaikan tugas kelompok tanpa 2 anggota yang lain.

      Pembahasan kasus

      Dibeberapa situasi, menjadi anggota kelompok dapat meningkatkan performa dari individu anggota kelompok tersebut. Hal ini disebut dengan sosial facialitation. Akan tetapi, ada juga kemungkinan negatif saat seorang individu bergabung dalam sebuah kelompok kerja. Terkadang mengurangi kinerja individu tersebut. Fenomena ini disebut sosial loafing, dalam kasus ini dapat kita lihat bahwa ada 2 anggota kelompok yang sosial loafing dimana mereka acuh tak acuh dengan tugas kelompoknya. Ada 2 keadaan yang menjadi variable penentu yang mengakibatkan terjadinya sosial loafing yaitu : (a) banyaknya anggota, dan (b) jenis tugas. semakin besar sebuah kelompok, semakin berkurang juga kontribusi individual masing-masing anggota kelompok. Hal ini dikarenakan oleh 3 hal yakni (1) individu percaya bahwa angggota kelompok lain dapat berkontribusi lebih baik daripada dirinya, (2) karena  individu merasa bahwa ia tidak begitu dibutuhkan dalam kelompok tersebut.
      Copyright 2011
      serba-serbi informasi

      Powered by
      Free Blogger Templates